work-thumbnail

Sumber Gambar :

Mengenal Lebih Dalam Tentang Konsep Desain Minimalis

Mengenal Lebih Dalam Tentang Konsep Desain Minimalis

Konsep Desain Minimalis
Bagikan Artikel

Mengenal Lebih Dalam Tentang Konsep Desain Minimalis

Mungkin anda sering mendengar yang namanya "desain minimalis" untuk suatu property seperti rumah, ruko, kantor dan lain sebagainya. Ya, desain minimalis merupakan desain  yang cukup populer dan sering kita temui khususnya di daerah perkotaan. Desain minimalis sering kali diterapkan untuk gaya arsitektur/interior yang menampilkan kesan elegant, simple tetapi tidak menghilangkan aspek estetika di dalam penerapannya. Tapi, apakah anda tahu inti sebenarnya dari konsep desain minimalis? Jika anda belum terlalu paham, yuk simak hal-hal berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang konsep desain minimalis. 

Apa itu Desain Minimalis?

Seorang arsitektur bernama Ludwig Mies van der Rohe membuat sebuah pernyataan terkenal untuk konsep desain minimalis "Less is More" atau yang berarti "Kurang adalah lebih". Konsep desain minimalis adalah sebuah desain yang simple/sederhana dengan menghapus bagian-bagian yang tidak perlu dan meninggalkan elemen-elemen utama saja tanpa menghilangkan nilai estetika pada suatu desain properti.

Sejarah Singkat Desain Minimalis

Eksistensi desain minimalis ternyata telah cukup lama di dunia property yaitu sejak tahun 1920an silam. Ludwig Mies van der Rohe, seorang arsitek terkemuka Pasca Perang Dunia 1 adalah salah satu arsitek pertama yang menerapkan konsep desain minimalis ke dalam rancangan desain miliknya.

Salah satu alasan utama mengapa konsep desain minimalis mudah diterima oleh masyarakat adalah tersedianya bahan dan material-material modern seperti kaca, beton, dan baja. Selain itu, dengan menghilangkan bagian-bagian yang tidak perlu, konsep desain minimalis mampu membuat proses pembangunan properti seperti rumah dan gedung menjadi lebih cepat dan efektif.

Konsep desain minimalis ternyata banyak dipengaruhi paham aliran Zen dari Jepang. Arsitek asal Amerika Serikat, Frank Lloyd Wright, menerapkan beberapa hal yang terdapat di aliran Zen seperti pintu geser dari rumah-rumah tradisional Jepang melalui karya rumahnya pada tahun 1940an silam.

Konsep ini terus berkembang hingga ke London dan New York pada tahun 1980an. Sejalan dengan "kejenuhan" industry fashion dengan segala atribut yang maksimalis pada era sebelumnya di tahun 1980an: big hair, big makeup, big prints, big shoulder dan semua hal yang di perbesar.

Prinsip - Prinsip Utama Desain Minimalis    

Dengan mengetahui konsep, sejarah dan tokoh dari desain minimalis, anda telah memiliki pengetahuan awal yang bagus di dalam bidang properti khususnya untuk desain minimalis. Dikutip dari Urbanhomez, berikut merupakan prinsip-prinsip utama desain interior minimalis yang anda bisa terapkan pada property anda:

  1. Minimalis berarti kamar yang lapang dengan minimal furniture dan juga detail.

  2. Bentuk, warna, dan tekstur merupakan hal utama yang harus diperhatikan dalam konsep ini

  3. Furnitur, kain atau partisi kaca memainkan peran sebagai room separator.

  4. Lantai harus terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan seperti kayu, linoleum, atau genteng

  5. Putih merupakan warna utama dalam konsep ini. Putih harus membentuk dasar untuk dinding, lantai atau furniture

  6. Batasi jumlah aksesoris pada ruangan

  7. Pemilihan warna netral alternative selain putih contohnya beige, abu-abu, hijau muda dan warna lainnya yang terkesan "ringan" untuk dipandang mata

  8. Jendela besar yang tidak memiliki corak atau tirai yang bisa menciptakan suasana lega di ruangan

Prinsip dasar pada konsep desain minimalis adalah focus pada garis yang bersih, permukaan keras, dan perabotan rendah.  Namun, bukan berarti konsep ini tidak dapat di variasikan dengan permukaan yang lembut serta dengan lebih banyak warna.

Apakah konsep desain minimalis merupakan konsep yang sesuai dengan selera anda? Atau anda lebih memilih konsep arsitektur lainnya? Semua kembali pada preferensi dan kebutuhan anda.

Happy building!