work-thumbnail

Sumber Gambar :

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gaya Arsitektur Mediterania

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gaya Arsitektur Mediterania

Gaya Arsitektur Mediterania
Bagikan Artikel

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Gaya Arsitektur Mediterania

Menampilkan kesan megah, elegan dan klasik membuat gaya arsitektur Mediterania sangat diminati oleh banyak orang termasuk kalangan pemilik property di Indonesia. Walaupun sebenarnya gaya Mediterania ini bukan untuk kondisi iklim dan geografis seperti di Indonesia. Karena, pada awalnya, gaya arsitektur Mediterania berasal dari Spanyol, Portugal dan beberapa negara lainnya di daerah Mediterania.

Apakah gaya arsitektur Mediterania sesuai dengan taste anda? Yuk simak artikel berikut yang bisa menambah pengetahuan anda tentang gaya arsitektur Mediterania!

Sejarah Singkat Gaya Arsitektur Mediterania

Laut mediterania (laut tengah) merupakan lautan yang terletak diantara benua yaitu Eropa di utara, Afrika di Selatan, dan Asia di timur.

Gaya arsitektur Mediterania pada awalnya berkembang di daerah Mediterania seperti Spanyol, Portugal, dan beberapa negara lainnya. Gaya arsitektur Mediterania ini memiliki struktur yang tinggi dan menonjol karena pada di Kawasan Mediterania memiliki kondisi intensitas angin yang cukup tinggi. Kondisi geografis di daerah Mediterania juga sangat berpengaruh pada gaya arsitektur ini. Selanjutnya, gaya arsitektur ini kian berkembang ke beberapa negara Eropa lainnya seperti Italia, Perancis, Yunani dan Balkan. Selain di Eropa, gaya arsitektur Mediterania ini juga berkembang di Kawasan Asia dan Afrika. Seperti di Turki, Cypress dan Lebanon untuk di Kawasan Asia. Untuk di Kawasan Afrika Utara, gaya arsitektur Mediterania berkembang di beberapa negara seperti Aljazair, Maroko, dan Tunisia.

Karakteristik dan Ciri-ciri Arsitektur Mediterania

Gaya arsitektur Mediterania memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri yang membuat gaya ini tampil mewah dan elegan. Lalu, apakah anda sudah tahu masing-masing ciri dan karakternya? Yuk simak ulasan di bawah ini yang dikutip dari www.interinoz.com

  1. Keberadaan Portico dan juga Balkon
    Portico atau yang biasa disebut juga sebagai Balkon hampir tidak pernah absen di gaya arsitektur Mediterania. Portico sendiri merupakan serambi bangunan yang banyak menggunakan elemen dekoratif khas arsitektur Mediterania seperti dua tiang di pintu masuk dan juga ukiran sederhana sebagai mahkota tiang.
    Di samping itu, untuk rumah-rumah Mediterania yang berukuran lebih besar dengan system sayap bangunan, biasanya akan terdapat balkon yang menjadi penghubung sayap dan bangunan ini bersifat terbuka.

  2. Kolom dan Pilar Bangunan yang Menonjol
    Keberadaan pilar dan tiang pada rumah arsitektur Mediterania menjadi sebuah elemen yang penting dan sekaligus menjadi wajah bangunan atau ciri khas tersendiri pada gaya arsitektur ini. Pilar dan tiang pada bangunan Mediterania menjadi daya tarik karena bisa memberikan kesan elegan, kokoh, dan juga mewah.

  3. Bagian Teras
    Umumnya, rumah-rumah yang memiliki gaya arsitektur Mediterania memiliki teras yang lengkapi juga dengan air mancur. Keberadaan air mancur di teras rumah tersebut bertujuan untuk mengatur suhu dirumah agar tetap nyaman. Keberadaan air mancur di teras karena adanya pengaruh dari bangsa Moor yang saat itu menguasai bangsa Spanyol.

  4. Struktur Atap
    Rumah dengan gaya arsitektur Mediterania memiliki struktur atap yang cukup fleksibel. Benrtuk atap rumah pada gaya arsitektur ini bisa miring, datar, hingga bentuk atap pelana. Banyak juga rumah yang menggunakan tambahan tritisan.

  5. Material pada Dinding
    Bangunan arsitektur Mediterania menggunakan tanah liat yang dibakar sebagai bahan utama material pada dinding dan mampu diperbaharui dengan menggunakan cat kapur. Namun, pada saat gaya arsitektur Mediterania berkembang di Amerika, penggunaan material tanah liat pada gaya arsitektur ini mulai tergantikan oleh batu alam. Umumnya, tidak terdapat finishing pada batu alam yang digunakan sebagai material dinding pada bangunan tersebut dan tampil polos dengan tekstur kasar.

  6. Penggunaan Warna dan Material Alam
    Berbagai warna di lingkungan sekitar sangat mempengaruhi dalam penggunaan warna untuk rumah dengan arsitektur Mediterania. Sebagai contoh pada daerah Yunani yang dekat dengan laut, umumnya bangunan-bangunan didaerah itu menggunakan warna putih, biru, dan hijau sebagai komposisi yang sesuai dengan warna daerah pantai.
    Pada gaya arsitektur Spanyol, umumnya warna yang paling banyak ditemui adalah warna kemerahan seperti bata, kekuningan, dan krem. Pemilihan warna ini disebabkan oleh banyaknya Kawasan gurun di Spanyol.
    Di lain hal, terdapat perbedaan pula untuk penggunaan warna bangunan arsitektur Mediterania bagi masyarakat kalangan atas dan bawah. Masyarakat kalangan atas umumnya memilih warna pastel untuk mewarnai rumah Mediterania mereka, dan masyarakat kalangan bawah biasanya lebih berani menggunakan warna yang lebih cerah atau berani.

  7. Jendela dan Pintu
    Umumnya, baik pintu dan jendela pada rumah Mediterania memiliki bentuk persegi atau persegi panjang dengan finishing ornament melengkung dibagian atasnya. Kayu dan besi tempa merupakan bahan yang sering digunakan untuk membuat bingkai atau kusen dari pintu dan jendela pada arsitektur Mediterania.
    Dengan mengetahui beberapa informasi tentang arsitektur Mediterania, anda bisa menjadikan pengetahuan tersebut sebagai dasar untuk merencanakan jenis gaya arsitektur apakah yang akan di aplikasikan pada property anda.

Happy Building!